Direktorat
Narkoba Polda Sulut Gelar Razia
KABAR,Manado - Guna
menekan angka penyebaran dan peredaran narkotika khususnya jenis shabu-shabu,
jajaran Polda Sulut melalui Direktorat
Reserse Narkoba terus melakukan razia di sejumlah tempat hiburan malam dan
pintu masuk Kota Manado melalui darat, laut dan udara.
"Kota
Manado ini merupakan jalur transit peredaran narkotika oleh jaringan
international," tandas Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut AKBP Pitra
Ratulangi(19/8) kepada KABAR, via telepon genggamnya.
Dia
menjelaskan, jika dibandingkan dengan
kota-kota besar lainnya seperti Jakarta dan Surabaya,peredaran narkotika
khususnya shabu-shabu yang masuk ke wilayah hukum Sulut masih tergolong kecil,
sehingga sindikat-sindikatnya lama kelamaan sudah mulai berkurang jaringannya.
"Pengungkapan
kasus shabu-shabu narkoba di Sulut terus dioptimalkan sehingga sindikat dan
jaringannya sudah berkurang, bahkan mata rantai yang selama ini
menghubungkannya pun sudah terputus"ungkap Pitra sapaan akrabnya.
Dia
menjelaskan, selama Tahun 2014 pihaknya telah berhasil mengungkap sebanyak 20
kasus narkoba yang berjenis shabu-shabu narkotika dengan tersangka sebanyak 45
orang serta terdapat 1 bahan bahaya dengan 2 tersangka.
"
Hingga saat ini kami telah berhasil membongkar sindikat peredaran bahan haram
terlarang itu bersama dengan pelaku dan barang buktinya "ujar Pitra.
Guna
mengefektifkan upaya preventif itu katanya, disamping razia yang dilakukan jajaran
Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulut di sejumlah kawasan yang terindetifikasi
rawan peredaran obat-obatan dan bahan terlarang itu dan sosialisasi, upaya ini
juga sangat membutuhkan seluruh lapisan masyarakat.
"Masalah
pencegahan pengunaan dan peredaraan narkotika dan jenis bahan aditif lainnya
itu,bukan saja menjadi tugas aparat kepolisian saja,akan tetapi menjadi
kewajiban moral seluruh stakholder dan masyarakat kota ini," ungkapnya.(Gina)
