Dengan
menggunakan pakaian adat Bali dan menggendong sesembahan berupa buah-buahan
yang sudah dihias rapi, ribuan umat Hindu dari tiga desa di Kembang Mertha
Bersatu mendatangi Pantai Tanjung Mariri Desa Kecamatan Bolaang. Lantunan
gamelan mengiringi prosesi itu. Menurut Ketua Panitia Karya Agung, Jero Mangku
Mustiada, melasti bermakna menghilangkan kotoran diri dan jagat raya yang disimbolisasikan
dengan membesihkan benda yang disucikan seperti arca, pratima, nyasa, pralingga
sebagai wujud atau sthana Ida Sang Hyang Widi Wasa dengan segala
manifestasiNya. Upacara melasti digelar sebagai rangkaian jelang peringatan 50
tahun berdirinya pura di Desa Kembang Mertha.
Tambah
Jero, dipilihnya Tanjung Mariri sebagai
lokasi ritual suci melasti karena tempat tersebut strategis, aman dan nyaman.
“Jadi cocok untuk peribadatan,” kata Jero, kemarin.
Usai
upacara melasti, ribuan umat Hindu tersebut akan melakukan sembahyang di pura
hingga puncak peringatan tahun emas berdirinya pura di Kembang Mertha. (ddj)