![]() |
| Image : google.com | Kabar.cc | Produksi Sampah |
KABAR- Manado-Pertambahan
jumlah penduduk akan berdampak terhadap volume sampah di Kota Manado. Estimasi hasil
kajian Dinas Kebersihan Kota Manado dimana produksi sampah bisa mencapai 20 ton
per hari. Dengan perhitungan satu orang bisa membuang sampah 0,04kg dengan
perkiraan lima ratus ribu penduduk yang ada di kota Manado. Hal ini disampaikan
Kadis Kebersihan Kota Manado melalui Kabid Teknik dan Peralatan, Jefry
Panambunan ST SSos. “Benar, lonjakan sampah seiring dengan adanya peningkatan
jumlah penduduk. Katakanlah setiap orang dalam sehari membuang sampah seberat
0.04 kg, dengan penduduk berjumlah 500.000 jiwa, jika dikalkulasi dalam sehari
produksi sampah bisa capai 20 ton,” sebut Panambunan.
Untuk mengantisipasi masalah yang dihadapi,
ungkap Panambunan perlu ditanamkan di masyarakat tentang Program 3R yakni
Pungut, Pilah dan Daur ulang. Artinya, sampah yang terlihat disekitar kita
harus punya inisiatif untuk ‘memungut’. Kemudian sampah yang akan dibuang juga perlu
‘dipilah’, kering atau basah ditempatkan secara terpisah. Selanjutnya konsep ‘daur
ulang’ soal pemanfaatan, contohnya botol plastik bisa dibuatkan alat peraga dan
sebagainya. “Untuk petugas kebersihan dalam menjalankan fungsinya khususnya di
kota Manado sudah kita bagi disetiap wilayah. Untuk tugas malam dimulai pukul
20.00 Wita, kemudian petugas lain pada jam 03.00 subuh, selanjutnya petugas
pada jam 07.00 Wita. “Kontroling petugas pada pukul 07.00 Wita hanya mengecek
jika ada sampah yang terlewatkan atau tidak diangkut di tempat pembuangan
sementara (TPS). Nah kami juga sudah menetapkan jam membuang sampah yakni sore
jam 18.00 hingga jam 06.00 pagi,” jelasnya.
Panambunan mengaku, meski luas lahan sekitar 7 Hektare (Ha), namun keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Kilo Lima, Kelurahan Somopow hampir sudah tidak lagi memadai. Demikian oleh pemerintah kota Manado berencana memperluas areal ini hingga 20 Ha. “Di lokasi TPA ini juga sudah dilengkapi instalasi gan meter, fungsinya untuk membuang gas guna menghindari terjadinya ledakan gas yang ada ditumpukan sampah,” tukasnya.(Roi)
Panambunan mengaku, meski luas lahan sekitar 7 Hektare (Ha), namun keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berlokasi di Kilo Lima, Kelurahan Somopow hampir sudah tidak lagi memadai. Demikian oleh pemerintah kota Manado berencana memperluas areal ini hingga 20 Ha. “Di lokasi TPA ini juga sudah dilengkapi instalasi gan meter, fungsinya untuk membuang gas guna menghindari terjadinya ledakan gas yang ada ditumpukan sampah,” tukasnya.(Roi)
