![]() |
| Chairul Tanjung |
KABAR-Menteri
Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung menengarai bakal ada penumpukan
massa di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pengumuman keputusan sengketa
hasil Pilpres 2014.
Namun,
dia meminta masyarakat untuk tenang karena TNI sudah menjalankan apa yang
memang seharusnya dijalankan, yakni meningkatkan status pengamanan menjadi
Siaga I.
Bahkan,
dia menyebut, tak hanya di area MK, TNI juga akan memberikan pengamanan yang
lebih ketat di pusat-pusat kegiatan perekonomian. "Yang pasti besok akan
terjadi penumpukan massa di sekitar MK. Tapi, TNI sudah akan menempatkan
pasukan tidak hanya di sekitar MK, tetapi juga di sentra-sentra ekonomi agar
hal-hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi," kata Chairul ditemui di
Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (20/8/2014).
Chairul
berpesan kepada masyarakat agar menunggu keputusan MK. Apa pun keputusan MK,
hal tersebut sifatnya final dan mengikat. "Oleh karenanya, siapa pun, baik
pihak nomor satu, nomor dua, maupun pemerintah dan masyarakat, juga mengikuti
apa pun keputusan yang dibuat MK," ujar Chairul.
Di
sisi lain, sambung dia, rencananya setelah keputusan MK, Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono akan memberikan pernyataan resmi. Tujuannya adalah agar
masyarakat atau pelaku pasar juga memahami ini tidak memengaruhi masalah
perekonomian.
Chairul
menjelaskan, hari ini Presiden SBY memimpin rapat dan mendengarkan laporan dari
semua instansi keamanan, mulai dari Menko Polhukam, Kepala BIN, Panglima TNI,
dan Kapolri. Semua antisipasi sudah dilakukan dan Presiden pun sudah
menyampaikan bahwa rencananya ke Papua ditunda.
Presiden,
kata Chairul, ingin meyakini betul pengelolaan politiknya. "Takutnya ada
keputusan MK yang harus langsung direspons Presiden sebagai kepala pemerintahan
untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan," kata Chairul.
Sumber : Kompas.com
