Select Menu
KABAR TEKNOLOGI GIF


Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Olahraga

Racing

» » » » Letjen TNI. (Purn). E.E. Mangindaan, SE
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

KARIKATUR E.E. Mangindaan.(acil)


Everte Ernest Mangindaan, lahir di Solo, 5 Januari 1944. Tamat SMA Katholik di Ujung Pandang (1961), pria gila bola ini masuk Akademi Militer Nasional (AMN) dan lulus pada tahun 1964. Lulus Seskoad angkatan IX tahun 1983, pendidikan  Seskogab pada tahun 1983 serta pendidikan Lemhannas tahun 1990.

Sarjana Ekonomi ini, adalah putra mendiang tokoh nasional E.A. ’Opa’ Mangindaan, salah satu  tokoh  pendiri  PSSI. (Nama sang ayah diabadikan untuk sebuah turnamen sepakbola nasional “Opa Mangindaan”). Menikah tanggal 25 Agustus 1973 dengan Adelina Tumbuan dan dikaruniai tiga orang anak: Fika Devi C. Mangindaan, Harly Mangindaan,SE.,MSM dan Siska Riyani Oktavia Mangindaan. Purnawirawan TNI berbintang tiga yang dikenal tegas ini memulai karir sebagai Danton Dan/Mob/Yon IV/1 pada tahun 1966-1967.

Selepas menjadi Danton, beberapa jabatan di lingkungan TNI dilewatinya antara lain: Karolatsat Operasi Mabes AD (1978-1981), Kepala Staf Brigif 15/VI/Siliwangi (1981-1982), menjabat Assisten Teritorial Kasdam V/Brawijaya (1986-1987) serta Danrem 084 Kodam V/Brawijaya (1978-1988). Prestasinya melejit hingga dipercayakan menjabat Wakil Assisten Operasi/Waas Ops Kepala Staf Umum TNI (1988-1989).

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Sulut, mantan Panglima Kodam VII/Trikora (1992-1993) ini, menjabat sebagai Komandan Sekolah Staff dan Komando Angkatan Darat / Dan Seskoad (1993-1995). E.E. Mangindaan adalah mantan Pemain / Pelatih Tim Persiraja, Banda Aceh dan Badan Ketua Tim Nasional PSSI (1984-1987), Ketua Harian Persebaya, Surabaya (1987) serta Komda PSSI, Irian Jaya (1992-1995). E.E. Mangindaan adalah mantan Pemain/Pelatih Tim Persiraja, Banda Aceh dan Badan Ketua Tim Nasional PSSI (1984-1987), Ketua Harian Persebaya, Surabaya (1987), serta Komda PSSI, Irian Jaya (1992-1995).

Menteri Perhubungan RI

Ketahanan Regional ASEAN Mewujudkan Stabilitas Asia Tenggara serta Strategi Pengembangan Nasional di Sulawesi Utara di Era Asia Pasifik adalah dua dari beberapa karya yang telah dihasilkan oleh pria yang telah mengenalkan semboyan “Torang Samua Basudara” ini.

Di masa kepemimpinannya, Sulawesi Utara dikenal sebagai daerah ter aman di Indonesia. Ia juga pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia. Pada pemilihan Gubernur Sulut yang lalu, namanya sempat kembali dimunculkan untuk memimpin Sulawesi Utara dengan dukungan arus bawah, namun akhirnya ia terjungkal dan dikalahkan oleh Ketua Partai Golkar kala itu, Alm.A. J. Sondakh. Masyarakat Sulawesi Utara sepertinya tidak ikhlas melihat figur kebapakan ini tidak terpilih lagi. Bayangkan, hasil rapat paripurna DPRD Sulut, tak satupun Anggota DPRD Sulut yang memilih Lape, panggilan akrabnya. Ya, Lape pun sempat tercengang. Tapi inilah dunia politik. Figur yang sangat dicintai rakyat itu pun tumbang karena bukan orang partai dan tak memiliki dukungan partai politik apapun kala itu.   Sekalipun tak lagi menjadi Gubernur, survey membuktikan Mangindaan adalah salah satu tokoh paling populer di Sulawesi Utara. Saking populernya figur Mangindaan, hingga kini beberapa partai besar dulu sempat berlomba-lomba mendekatinya. Namun langkah politik Mangindaan sangat susah ditebak. Pinangan PDI-Perjuangan yang dulu ingin mengangkatnya menjadi Anggota Kehormatan, ia tolak. Menebak langkah politik Mangindaan alias Lape memang lumayan susah.

Ternyata Lape memilih Partai Demokrat sebagai kendaraan politiknya. Sebuah partai pendatang baru yang tumbuh menjadi sebuah partai besar dengan nama SBY sebagai Ketua Dewan Pembina. Di partai ini Lape pernah menduduki posisi vital, sebagai Sekjen DPP. Partai Demokrat pula yang turut menghantar Lape menduduki posisi sebagai Anggota DPR-RI hasil Pemilu 2004. Lape pernah menduduki  jabatan sebagai Ketua Komisi II yang menjadi Arsitek lahirnya beberapa daerah pemekaran di Indonesia, termasuk Minahasa Tenggara, Kota Kotamobagu, Bolmong Utara, Kepulauan Sitaro, Bolmong Timur dan Bolmong Selatan.

Pada Pemilu 2009 lalu Lape kembali menjadi Anggota DPR- RI dari Partai Demokrat, namun ia tak lama menduduki posisi itu, karena  pada saat pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu jilid 2, nama Lape muncul sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, kemudian setelah diadakan Resuflle Kabinet pada tanggal 22 Oktober 2012, Mangindaan pindah pos menjadi Menteri Perhubungan RI.

Sumber : apadansiapaorangsulut.com

About Unknown

Jalan Kesembuhan Nomor: 06, Pinaesaan, PLAZA MANADO - Sulawesi Utara PO BOX Manado: 8870 "Nomor Tlp/ Fax: 0431- 843075, 082291207363,081244047750." Email : webkabar@gmail.com - kabarmanado@ymail.com.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama