Dinas Pendidikan Janji Realisasi Tahun 2015
KABAR,Tutuyan–Program
Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) untuk memajukan dunia pendidikan
di daerah tersebut perlu dipertanyakan. Pasalnya, hingga kini gedung sekolah
Taman Kanak-kanak (TK) di Desa Motongkad Tenga Kecamatan Nuangan belum pernah
direhap, malahan kondisi bangunannya kini sangat memprihatinkan.
Pantauan
harian KABAR Senin (18/8) kemarin, kondisi bangunan taman kanak-kanak yang
dibangun pada tahun 80-an ini tidak layak lagi
dijadikan tempat mendidik anak-anak. Salah satu wali murid Mu'adz
Manoppo menuturkan kondisi atap serta dinding sudah rusak. " Atap bangunan
mulai bocor, kalau anak-anak belajar bila hujan tak bisa dilanjutkan sebab bisa
basa," ujar Mu'adz.
Selaku
wali murid pihaknya prihatin dengan kondisi bangunan tersebut sebab hingga
daerah ini dimekarkan bangunannya belum perna direhap, "Wali murid bisa
bantu dengan mengganti atapnya saja yang bocor, sebab itu tanggung jawab mereka kepada rakyat,
untuk membangun daerah ini menjadi lebih baik lagi namun kenyataannya bangunan
ini tak pernah direhap," ujar Manoppo.
Dijelaskannya
alasan Pemerintah Daerah Boltim yakni Dinas Pendidikan waktu lalu karena
sekolah TK Kartini tersebut bukan negeri, pasalnya SD Cokroaminoto Motongkad
bisa direhap. " Pernah kami tanya dipihak dinas pendidikan alasan mereka
sekolah TK nya bukan negeri. Itu bukan alasan sebenarnya sebab bila ingin
anak-anak sekolah utamakan dulu pembangunan sekolahnya agar anak-anak nyaman
bersekolah,kekuatiran orang tua juga tak ada," ujarnya.
Kepala
sekolah Taman Kanak-kanak Kartini Siati Mamonto menyampaikan pihaknya sudah
beberapa kali mengusulkan pembangunan TK baru. “Kami sudah sampaikan ke Dinas Pendidikan
Boltim, tapi hingga kini belum ada pembangunan gedung baru jadi mau tak mau
kami harus bersabar menunggu," ujar Siati.
Sementara
itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim Yusri Damopolii saat
dikonfirmasi menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru TK dianggarkan tahun 2015.
“Rencana awal itu kami anggarkan pada APBD perubahan tapi setelah melihat
kondisi dananya itu tidak ada karena semua dana terfokus didinas PU jadi kami
rencanakan tahun 2015," ungkap Yusri.
Namun
terlebih dahulu pihak sekolah harus memberikan surat hibah tanah. ,"Hingga
kini surat hibahnya belum masuk ke Dinas Pendidikan, untuk itu saya harap
segera dimasukkan agar secepatnya bisa diproses," ujarnya.(Mudrik)