Select Menu
KABAR TEKNOLOGI GIF


Slider

Travel

Performance

‹
›

Cute

My Place

Olahraga

Racing

 
Add caption

Bupati petahana, bukan lagi momok bagi kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Adanya Datu Ponigad (baca; Pelaksana Tugas Bupati), membuat derajat Petahana dan kontestan lainnya, sama rata.Ini, lantaran UU Pilkada menitahkan; Petahana harus mundur dari jabatan Bupati, enam bulan sebelum pemungutan suara Pilkada.Ibarat kendaraan, Petahana pun Zero!. Nantinya, Gubernur menunjuk seorang Pelaksana Tugas Bupati dari kalangan birokrat, yang akan menjalankan roda pemerintahan daerah, sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Pilkada hingga terpilih Bupati devinitif.Kondisi ini membuat Pilkada makin kompetitif. Rakyat bebas memilih. PNS tak lagi dipaksa berpolitik praktis. Kecuali nekad; bak laron menabrak api.

 

 KABAR, Utama – Gong Pilkada Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), tak lama lagi ditabuh Komisioner KPUD setempat, sebagai penyelenggara.

Panji-panji kebesaran para kontestan dan barisan kuat ‘pasukan’ pendukungnya, segera pula tersaji meramaikan pesta rakyat lima tahunan itu.
Strategi politik anyar plus doktrin, yang dianggap ampuh mendulang suara konstituen, dirumus. So pasti, galibnya perhelatan politik, tensi pun akan meninggi. Namun, adu kuat para kontestan dan timnya, bisa jadi justeru pemantik huru-hara. Di poin ini, aparat pengaman tentu tak boleh bablas.
Menilik kekuatan konstestan Kepala Daerah (Kada), beberapa kalangan menilai Petahana masih dihitung utama. Pengamat Pilkada, Mahmudin Kobandaha SH, MH, misalnya, menuturkan, meski kondisi zero di tataran kekuasaan pemerintahan, namun modal dasar finansial, sosial dan politik, dari seorang Petahana, cukup mapan.
“Petahana sudah punya pundi. Lebih mudah melenggang, meski tidak sedang menyetir pemerintahan. Tapi kan politik banyak tikungannya. Juga, saat tidak sedang berkuasa di pemerintahan, ada banyak potensi kekuatan tergerus. Misal, PNS dan aparat pemerintah di Desa, sudah diluar kendali Petahana,’’tanggapnya.

Di banyak peristiwa politik, kontestan yang didukung penuh kekuatan rakyat, bisa menjerembabkan Petahana. Akademisi Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado itu mencontohkan Pilkada 2010 Bolsel, Pilkada 2013 Bolmut dan Pilwako 2013 Kotamobagu.

Dari tiga Pilkada ini, paling dramatis di Bolsel. Pada putaran kedua, Petahana Arudji Mongilong harus mengakui kelebihan adik iparnya, Herson Mayulu. Sedangkan di Bolmut, Petahana Hamdan Datunsolang, dilawan Wakil Bupati Depri Pontoh. Depri jadi kampiun dengan selisih suara signifikan. Akan halnya di Kotamobagu. Djelantik Mokodompit diungguli Wawali Tatong Bara yang menjadi rivalnya di Pilwako 2013.

Namun, menurut Mahmudin, politik tidak selamanya bulat. Banyak terjadi, kemenangan justeru dituai setelah jeda beberapa periode.
“Kontestan yang pernah mengalami kekalahan, secara mengesankan menjadi pemenang pada periode berikut, itu sudah terjadi di banyak tempat,’’paparnya.

Menurutnya, banyak faktor penyebab petahana tumbang. Dari banyak study, tumbangnya Petahana lantaran rakyat jenuh dan menginginkan perubahan. “Pragmatisme pemilih berubah jadi militansi ketika muncul figure yang ditindas. Biasanya, masyarakat pemilih akan menyatu pada figure tertindas,’’tambahnya.

So, tak heran figure-figur Calon Bupati (Cabup) di Boltim dan Bolsel, kini mulai bermunculan. Di Boltim, misalnya, sedang dielus-elus Drs Umar Mamonto, birokrat yang berkarir di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI. Wilayah kerja lulusan Fisip Unsrat angkatan 86 ini, di Balai Pengkajian Pengembangan Komunikasi dan Informatika, meliputi 4 provinsi yakni Papua Barat, Maluku Utara, Gorontalo dan Sulawesi Utara. Umar yang beristeri puteri dari Tutuyan berparas cantik, Dr Velma Buntuan MKes, menyatakan siap maju di Pilkada Boltim.  

Selain Drs Umar Mamonto, sejumlah birokrat, akademisi dan pengusaha asal Boltim yang berada diluar daerah, juga sedang membidik kursi bupati Boltim.
Bahkan, rival Sehan Landjar di Pilkada 2010, Sehan Mokoagow, juga mulai dijagokan warga. Banyak menilai, pada Pilkada lalu Sehan Mokoagow hanya membuat 1 kesalahan saja, yakni keliru memilih papan II.
Elektabilitas Mokoagow masih akan terdongkrak, karena emosi Pileg dan Pilkada kali ini dianggap agak beda. “Itu bisa diperbaiki di Pilkada 2015,’’kata Aziz, warga Boltim.

Akan halnya di Bolsel. Para petarung Pilkada 2010, seperti Arudji Mongilong, Ahmad Yani Suratinoyo (AYS), kabarnya mulai bergerilya. Secara gamblang, Arudji memang belum menyatakan sikap maju ke Pilkada. Namun AYS, jauh-jauh hari sudah memproklamirkan diri di media social (medsos), bakal menantang Petahana Herson Mayulu.    


Sementara, di tengah geliat para kandidat bakal calon bupati (balonbup) Bolsel mengais dukungan, beberapa warga Bolsel mengapungkan beberapa figure alternative. Diantaranya Aditya Anugrah Moha (ADM) dan Anugrah Beggy Gobel (ABG), digadang warga agar maju ke Pilkada. “Jika para senior masih malu-malu, maka kita coba junior,’’kata Muthalib, warga Bolsel. Nah lho!.

(timkabar)
- - - - - - - - - - -
Drs Jantje Wowiling Sajow MSi
KABAR, Tondano – Diskusi dengan kalangan wartawan bertajuk Coffee Morning, diintensifkan Bupati Minahasa , Drs Jantje Wowiling Sajow MSi.

Seperti yang sudah tergelar pada Jumat (13/2/2015), di Kelurahan Luaan Kecamatan Tondano Timur.

Bupati Jantje Sajow bersama jajarannya berdiskusi hangat dengan para pewarta, terkait pelbagai persoalan daerah dan upaya pencarian solusinya.
Kepala Bagian Humas dan Protokol Setdakab Minahasa Agustivo Tumundo SE MSi, mengatakan, Coffee Morning adalah salah satu bentuk koordinasi dan wadah komunikasi di antara sesama pejabat Pemkab dengan pihak Pers di Minahasa.


Menurut Tumundo, Coffee Morning akan rutin digelar Pemkab Minahasa, yang pelaksanaannya akan difasilitasi para Kepala SKPD secara bergiliran dengan lokasi atau tempat pelaksanaan sesuai yang disiapkan SKPD yang bersangkutan.

(tim)
-


Pilot Project Broadband di Minahasa Utara

KABAR-  Wakil Sekertaris Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DETIKNAS), Muhammad Andy Zaky bersama Gerry Firmansyah selaku Project Managerment Officer, menggelar sosialisasi  Rencana Pita lebar Indonesia (RPI) 2014-2019  atau Indonesia Broadband Plan Pilot Project Kabupaten, Rabu (22/10/2014), di Hotel Sutan Raja, Kabupaten Minahasa Utara.

Sebagai perwakilan Bupati, Asisten II Pemerintah Minahasa Utara, Wilhelmina Dimpudus hadir dan membuka secara resmi pertemuan yang dihadiri berbagai stakeholders, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), BAPPEDA, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pariwisata, BAPPEDA, DISHUB KOMINFO, UNIVERSITAS, TELKOM, dan perwakilan Komunitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Relawan TIK, dihadiri oleh relawan TIK wilayah Kab. Minahasa Utara, Kota Manado dan  Sulawesi Utara.

Terlibatnya perwakilan Pemerintah, Akademisi, Bisnis, serta Komunitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), diharapkan mampu menunjang kelancaran fase pilot project serta mendapat dukungan penuh dan memperoleh pemahaman yang sama mengenai visi dari implementasi project Broanband Plan di Kab. Minut.
  
Berdasarkan letak zona Pilot project, ada enam Kota/Kabupaten di Indonesia menjadi model Project akses internet cepat (Broanband). Diantaranya, Kota Pekalongan (Jateng), Kab. Banyuwangi (Jatim), Kab. Bayuasin (Sumsel), Kab. Jembrana (Bali), Kota Balikpapan (Kaltim), dan Kab. Minahasa Utara (Sulut).

Alasan terpilihnya enam Kota/Kabupaten di atas, DETIKNAS ingin memulai Project dari level pengguna TIK terbawah. 

“Minut di catat sebagai Kabupaten terendah soal penggunaan system infomatika pada rana Pemerintah, Bisnis, Akademia dan Komunitas, kondisi ini sangat tepat jika dijadikan Model implementasi Pita Lebar. Supaya terukur perbandingannya” Jelas Andy Zaky selaku wakil sekertaris I DETIKNAS.

“Untuk mempercepat pengembangan TIK yang berkelanjutan di Kabupaten Minahasa Utara, sudah saatnya dibentuk Dinas Kominfo agar penetrasi TIK dapat dipacu oleh SKPD yang fokus dibidangnya, dimana saat ini bidang Kominfo masih bernaung di bawah Dinas Perhubungan Kab. Minut” ujar Billy J.Lasut, Ketua RTIK Minahasa Utara di sela – sela Diskusi.

Diyakini, dampak dari Broandband, Minut dan beberapa Kabupaten/Kota terpilih lainnya akan memperoleh koneksi akses internet cepat. Hal tersebut mampu meningkatkan efisiensi fungsi control  Politik, Ekonomi, Sosial,Budaya dan Iptek. 
Pita lebar pada prinsipnya akan membangun “jalan tol” data dan informasi. Adanya kecepatan internet tinggi melalui pengembangan pita lebar, bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan daya saing bangsa sehingga diyakini akan mempercepat transformasi ekonomi. Pita lebar dalam dokumen Rencana Pitalebar Indonesia (RPI) 2014-2019 didefinisikan sebagai akses internet dengan jaminan konektivitas selalu tersambung (always on) dan memiliki kemampuan mengirim suara, gambar, dan data dalam satu waktu (tripple-play) dengan kecepatan minimal 2 Mbps untuk akses tetap (fixed) dan 1 Mbps untuk akses bergerak (mobile).
DETIKNAS bertekad, Rencana Pita Lebar harus terealisasi. Mengingat, sudah ada peraturan Presiden No 96 Tahun 2014 tentang Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019. Konsep dan rencana pembangunan akses internet berkecepatan tinggi (broadband) Indonesia sudah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 15 September 2014. 
Sekitar empat jam, sosialisasi dan diskusi antar narasumber dan SKPD Minut berlangsung dengan menarik. Tepat jam 12:45, debat dan diskusi selesai. Kegiatan pun dirangkum dan ditutup secara resmi oleh perwakilan Bupati.

“Sekiranya, terpilihnya Kabupaten Minahasa Utara sebagai Model Pilot Project Internet berekcepatan tinggi, bisa membantu pengembangan mutu kepemerintahan sampai pada jenjang perekonomian masyarakat. Adanya pertemuan ini, sekiranya bisa memperoleh tambahan pengetahuan tentang perkembangan dunia Informatika, baik secara pribadi, dan kedepan perwakilan SKPD Minut sekiranya bisa memperoleh pemahaman serupa dengan pihak pemerintah. Dengan demikian, penuh rasa syukur kepada yang Maha Kuasa pertemuan sosialisasi Implementasi Pilot Project Pita Lebar di tutup” Seraya tersenyum, Asisten II Pemerintah Minahasa Utara, Wilhelmina Dimpudus Menutup pertemuan tersebut. (Heski Hendom)

-
Bupati Minahasa
Bupati Minahasa | Kabar.cc
KABAR, Tondano – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi menjadi Pembina dalam apel perdana Bulan September di lingkup Pemkab Minahasa pada Senin (1/9) kemarin bertempat di halaman Kantor Bupati, Tondano. Apel yang turut dihadiri Sekdakab Jeffry Korengkeng SH MSi dan para pejabat dan seluruh PNS Pemkab.

Dalam sambutannya, Bupati JWS menyampaikan bahwa kerja adalah panggilan tugas pengabdian bagi bangsa dan negara maka kekompakkan, semangat, dedikasi dan motivasi harus selalu ditingkatkan dalam karya kerja yang nyata.

Bupati juga mengingatkan agar segenap aparatur dapat bekerja total dan terus memaksimalkan potensi diri, profesional, intelek dalam memanfaatkan kesempatan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan wawasan.

Bupati JWS menggarisbawahi beberapa hal yang patut diperhatikan seluruh jajaran PNS yang ada di lingkungan Pemkab Minahasa. Dimana sebagai abdi negara harus mengedepankan kepentingan masyarakat dengan terus membangun disiplin diri, menjauhi penyimpangan serta terus berprestasi.

Selain itu pula, dalam suatu organisasi hindari hal yang menyebabkan disharmonisasi tapi sebaliknya kedepankan akselerasi untuk memacu kinerja organisasi pemerintahan daerah. “Tahun 2014 ini merupakan tahun emas bagi Provinsi Sulut dimana di bulan ini akan merayakan 50 tahun Provinsi Sulut. Maka kita sebagai bagian didalamnya akan turut memeriahkan dan mensukseskan perayaan HUT Emas ini dengan mengikuti rangkaian kegiatan yang sudah diatur oleh Panitia Provinsi,”ujarnya. 

Dikatakan JWS, saat ini sementara dalam perampungan APBD Perubahan tahun 2014, sehingga diberikan apresiasi kepada Tim Anggaran serta seluruh SKPD yang telah menunjukkan komitmen melalui serangkaian pembahasan dengan pihak legislatif.

Mencermati situasi Kamtibmas, yang akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan gangguan Kamtibmas. “Saya meminta perhatian dari seluruh SKPD dan kita semua untuk mewaspadai kerawanan kamtibmas dengan mengoptimalkan pengawasan serta koordinasi bagi para pendatang yang tidak dilengkapi identitas yang jelas.(km)




Peningkatan Minahasa oleh Bupati
Bupati Minahasa | Kabar.cc

PNS Diminta Optimal Dalam Pengawasan

 

KABAR, Tondano – Masalah Kamtibmas di Kabupaten Minahasa akhir-akhir ini menunjukkan adanya peningkatan. Pasalnya, dalam sepekan saja ada temuan warga luar daerah yang masuk ke Minahasa tanpa mengantongi identitas yang jelas. Namun berkat kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat, hal tersebut dapat dideteksi dan langsung ditindaklanjuti. Demikian disampaikan Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow pada apel awal bulan, Senin (1/9) kemarin.

“Jangan menganggap menyangkut kependudukan kelihatannya sepele, namun jika diabaikan dampaknya akan sangat luar biasa. Keresahan dan rasa tidak aman dan nyaman akan menghantui masyarakat, apalagi jiga sudah berbau ancaman terorisme atau menyusupnya provokator ke tengah-tengah kehidupan masyarakat. Jangan sampai hal seperti itu terjadi di Minahasa. Oleh karena itu, tingkatkan koordinasi antar semua elemen masyarakat,” ungkap Sajow.

Selain itu juga, Bupati Sajow juga menekankan kembali bahwa pentingnya memelihara semangat kerja di masing-masing SKPD, sehingga pencapaian tujuan dapat lebih maksimal lagi. Sejauh ini kekompakan, semangat dan dedikasi setiap individu PNS sudah mulai membuahkan hasil. (km)