Select Menu
KABAR TEKNOLOGI GIF


Slider

Travel

Performance

Cute

My Place

Olahraga

Racing

Pasar Sentral di Dulangon



Ilustrasi
KABAR, Bolmong—Bupati Bolmong, Hi Salihi Mokodongan (HSM)
menilai, kondisi pasar Lolak yang makin menyempit, berada di jantung Kota, tidak memadai untuk dikembangkan.

Karena itu, Pemkab Bolmong berencana merelokasi pasar ke area yang lebih luas yakni di Desa Dulangon.

“Pasar nanti di Dulangon sebagai pasar Sentral. Pemkab Bolmong tahun 2015 ini  terus berupaya melobi dana APBN di Kementerian Perindag untuk pembangunan pasar Sentral ini di Dulangon. Jika disetujui maka pembangunannya dimulai tahun ini,’’terang Bupati HSM.

Sedangkan, eks pasar Lolak, akan menjadi pusat pertokoan modern. “Karena letaknya di jantung Kota Lolak, maka lokasi eks pasar Lolak menjadi kawasan pertokoan modern,’’tambahnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag)

Bolmong, Ir George Tanor, mengungkapkan, pembangunan fasilitas publik tersebut sudah diusulkan ke Kementerian Perindag. Diproyeksikan, pembangunan pasar Sentral di Dulangon berbandrol Rp10 miliar. “Pembangunannya diperkirakan dimulai pada akhir 2015 ini,”kata George.

(santo)
- -
Fenomena anggaran pejabat bersumber dari APBD, menjelma ke pemenuhan fasilitas milik pribadi pejabat di Bolaang Mongondow Raya (BMR, mulai terkuak.
Tampaknya, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) menjadi lokomotifnya. Ini setelah aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Boroko, menetapkan dua tersangka, SP dan GAS, dalam kasus dugaan korupsi anggaran pelaksanaan pengadaan perlengkapan dan pemeliharaan Rumah Dinas (Rudis) Wakil Bupati (Wabup) Bolmut tahun 2013 berbandrol Rp 930 juta, yang dialihkan ke rumah pribadi Wabup.


KABAR, Bolmut—Pasca penetapan SP dan GAS sebagai tersangka, pihak Kejari Boroko, meningkatkan pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Rudis Wabup Bolmut ke tahap penyidikan.
Kajari Boroko, Dwiyanto Prihartono SH MH, menyatakan, proses penyidikan berlangsung hingga dua bulan. “Pada pengembangan, kemungkinan besar tersangkanya bisa bertambah,’’kata Prihartono.
Dalam kasus ini, Wabup Bolmut, Suriansyah Korompot SH dan isterinya, Rahma Lulu Patadjenu, telah diperiksa sebagai saksi.
Bagaimana dana pelat merah ini menjelma pelat hitam?. Informasi yang dirangkum KABAR dari berbagai sumber, termasuk di DPRD Bolmut yang pernah menggelar hearing terkait kasus itu, bahwa terjadi kekeliruan nomenklatur atau tata nama anggaran. “Itu (kekeliruan nomenklatur) yang mengapung di hearing DPRD,’’kata Mikdat Yarbo, mantan anggota DPRD Bolmut.
Akan tetapi, dalam proses penyelidikannya, pihak Kejari Boroko menemukan bukti permulaan, tentang adanya tindak pidana korupsi. Kemudian Kejari Boroko menetapkan SP dan GAS sebagai tersangka.
Beredar kabar, proses pengalihan anggaran Rudis Wabup Bolmut ke rumah pribadi Wabup Suriansyah Korompot, selain melibatkan SP dan GAS sebagai pengelola anggaran, atas arahan dari beberapa pejabat Bolmut.
“Beberapa pihak di Bolmut, punya rekaman pengakuan dari pihak terkait anggaran Rudis Wabup, kalau arahan pengalihan dana APBDP 2013 untuk rudis Wabup ke rumah pribadi Wabup adalah arahan dari beberapa petinggi Pemkab Bolmut,’’tutur sumber.
Senada dengan itu, tersangka SP, saat dihubungi beberapa media, menyatakan dirinya hanyalah kuasa anggaran dan bukan pengguna anggaran atau yang menikmatinya. “Disayangkan saya dijadikan tumbal,"ucapnya.
Menurut SP, jika proses ini akan diseriusi, berarti pengusutannya perlu dilakukan hingga keakar dan jangan pandang bulu. SP juga mengatakan kasus ini bakal ramai karena semuanya akan terungkap dari hulu hingga hilir.Nah lho.

(timkabar)


- - - - -

  • Kado HUT ke 61 Bolmong

MINTAHANG: Syukuran menempati Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bolaang Mongondow digelar dengan memanjatkan do'a selamat dan dzikir.

KABAR, Bolmong – Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bolmong di bukit Buring, Desa Lalow, Lolak, resmi ditempati Bupati Hi Salihi Mokodongan (HSM), First Laddy Hj Rumi Dilapanga sekeluarga, Jumat (20/03/2015).


Prosesi peresmian diawali penandatanganan prasasti, gunting pita, itum-itum adat, mintahang (doa’ selamat, red) dirangkai dzikir.
Acara ini disaksikan Wakil Ketua DPRD Abdul Kadir Mangkat SE, Sekda Drs Farid Asimin MAP, seluruh kepala SKPD , tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para undangan.

Dalam sambutan acara peresmian rujab, Sekda Bolmong berharap doa seluruh masyarakat Bolmong. “Kita semua mendoakan adanya rumah jabatan ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Bolmong, serta menambah semangat dalam melayani masyarakat dalam bentuk pengabdian,’’kata Asimin.

(santo)
- -

  • Pemkab Gelar Musrembang RKPD

Bupati Bolmong saat kata sambutan pada acara Musrembang RKPD tahun anggaran 2016




KABAR, Bolmong – Agenda tahunan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah (RKPD) tahun anggaran 2016, digelar Pemkab Bolmong, melalui Badan Perencanaan 

Pembangunan Penanaman Modal dan Statistik (BP3MS).
Agenda tersebut diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat demi mencapai tujuan pembangunan.

Acara ini dihadiri Bupati Bolmong Hi Salihi Mokodongan, Sekda Bolmong Drs Farid Asimin, Wakil ketua DPRD dan anggota, perwakilan Forkompinda, para Asisten Pemkab Bolmong, staf ahli, seluruh kepala SKPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, Lembaga Swadaya Masyarakat, tokoh pemuda, para camat serta sangadi se Bolmong, dan PNS lingkungan pemkab Bolmong.

Bupati dalam sambutannya berharap agar dalam forum tersebut terjadi dialog, komunikasi dan koordinasi yang efektif, guna menyamakan persepsi dan konsepsi tentang berbagai hal, serta masing-masing pihak dapat memahami situasi dan kondisi perencanaan serta penganggaran yang berjalan. 

"Musrenbang RKPD kali ini harus diikuti dengan sebaik baiknya, oleh semua pihak yang berkepentingan, agar   menghasilkan sinkronisasi usulan kebutuhan dari bawah, serta dukungan dari atas, "kata Salihi.

Pada forum ini, dipandu Sekda Farid Asimin, secara bergilir seluruh SKPD memaparkan prioritas kegiatannya. Forum ini diakhiri penandatanganan berita acara hasil kesepakatan Musrenbang. Rumusan itu akan dijadikan rancangan akhir RKPD kabupaten Bolmong pada tahun 2016 mendatang.

(santo)
- -

  • Bahas Keamanan Daerah
SOLUSI: Kerawanan sosial dan kriminalitas di Bolmong, disikapi Bupati Bolmong Hi Salihi Mokodongan dengan cara urun rembuk dalam wadah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

KABAR, Bolmong - Kerawanan sosial dan kriminalitas di Desa se Bolmong yang dipicu kawula muda, memunculkan gagasan menarik dari Bupati Bolmong Hi Salihi Mokodongan.


Papa Da’a, sapaan akrab Bupati Salihi,  menginstruksikan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) memfasilitasi berbagai kegiatan olahraga bagi kawula muda. 
"Pemicu kerawanan sosial yang berkembang saat ini yakni dari generasi muda atau Anak Baru Gede (ABG), dengan demikian untuk mengalihkan energi mereka ke arah positif, saya instruksikan pada Dispora untuk memfasilitasi berbagai kegiatan olahraga bagi generasi muda, sesuai minat bakat dan kemampuan mereka,"kata Salihi.

Lanjutnya, kedepannya Pemkab Bolmong melalui dinas terkait akan membuat baliho sebagai bentuk pengumuman yang ditempatkan di tempat strategis, yang berisi himbauan kamtibmas, agar menyentuh langsung pada kesadaran masyarakat serta pemahaman tentang kamtibmas. "Dengan cara tersebut dapat mengurangi tingkat kerawanan keamanan yang dipicu oleh anak muda,"tambahnya.

Himbauan tersebut disampaikan Bupati pada pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Bolaang Mongondow, bertempat ruang kerja Bupati, Kamis (11/03/15).                  

Hadir dalam pertemuan tersebut yakni Wakil Bupati Bolmong Yanni R Tuuk, Kapolres Bolmong, Dandim 1303, Kajari Kotamobagu, Ketua Pengadilan, Sekda, Assisten I, Asintel Kajari, Kaban Kesbang Linmas, Kabag TUP, Kabag Humas.    Adapun pertemuan rutin ini membicarakan berbagai hal tentang masalah pemerintahan, sosial kemasyarakatan dan pembangunan, serta yang utama terkait masalah ketertiban  dan stabilitas keamanan.

Sementara Kapolres Bolmong dalam pertemuan tersebut  mengatakan keamanan akan terwujud dengan menggunakan tiga pendekatan. "Polisi melakukan tiga pendekatan keamanan, yakni preemtif, preventif dan represif. Tergantung situasi dan kondisi, tapi tindakan pencegahan secara dini akan dikedepankan,"kata Simajuntak.

Sementara, Dandim 1303 mengatakan jika dibutuhkan TNI siap mendukung program kepolisian dan pemerintah dalam menangani keamanan daerah. "TNI siap memback up Polisi dan Pemda bila diminta ikut melaksanakan operasi keamanan terpadu. TNI juga siap mensukseskan berbagai kegiatan lomba olahraga,"singkat Dandim.

Bupati Hi Salihi Mokodongan mengaku menampung semua saran dan masukan dari unsur Forkompinda Bolmong dan segera menindak lanjuti hasil musyawarah tersebut.

(santo)

- -
KABAR, Bolmong – Pendidikan Latihan (Diklat) Sehari penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP), yang dibuka Wakil Bupati Bolmong, Yanny R Tuuk STh MM, mulus.

Wabup didampingi Kabid Mutasi BKD Bolmong Silfana Sugeha SE, perwakilan BKN regional XI Manado, Sucipto Makalalag SE selaku narasumber, tampil sukses di hadapan para PNS utusan dinas/badan/ bagian /kantor/UPTD/kecamatan se-Bolmong.

Kegiatan itu, menindaklanjuti peraturan Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) nomor 1 tahun 2013, yang disesuaikan dengan PP Nomor 79 tahun 1979 dan disempurnakan PP Nomor 46 tahun 2011. Peraturan tersebut adalah salah satu alat ukur penilaian bagi ASN yakni Daftar Penilaian Pelaksanaan pekerjaan (DP3).

Dimana proses penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh pejabat penilai, berdasarkan sasaran kerja pegawai yang telah disetujui dan ditetapkan oleh pejabat penilai atau atasan langsung dan digunakan sebagai dasar penilaian prestasi kerja.

Wabup  membacakan sambutan Bupati mengatakan, kerja produktif harus mencapai hasil kerja yang disepakati. "SKP diarahkan sebagai pengendalian prilaku kerja produktif, yang diisyaratkan untuk mencapai hasil kerja yang disepakati, dan dilakukan berdasarkan prinsip objektif, terukur, akuntabilitas, partisipatif dan transparan,"kata Yanni.

Wabup menambahkan harapan kepada peserta agar mengikuti kegiatan dengan baik dan menyampaikan hasilnya kepada pimpinan serta rekan kerjanya. "Saya berharap agar seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat menyampaikan hasilnya pada pimpinan dan mengajarkannya kepada rekan kerja di instansi masing-masing,"tutup Wabup Bolmong.

(santo)
- -

  • Pemkab Siap Bangun 53 RTLH
KABAR, Bolmong - Prioritaskan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di pesisir pantai Pemerintah Kabupaten (Pemkab ) Bolaang Mongondow (Bolmong)  melalui Dinas Sosial akan merehab 53 RTLH yang tersebar di 15 Kecamatan. 


Begitu dikatakan Kepala Dinas Sosial Bolmong, Lutfi Limbanadi.“ Rehab 53 rumah akan difokuskan di daerah pesisir yang tentunya tidak layak huni atau kumuh,” ujar Limbanadi.
Menurutnya, syarat rumah yang akan direhab antara lain, lantai rumah masih lantai tanah, atapnya rumbia, dinding dari bambu atau triplek. “ Syarat tersebut yang bakal mendapat bantuan,”jelasnya.

Untuk menentukan rumah yang akan direhab, pihaknya akan membentuk tim verifikasi langsung di lokasi. “Dinsos akan bekerjasama dengan Pemerintah Desa karena yang lebih tahu soal kondisi masyarakat adalah pemerintah Desa,” tambahnya.

Sementara nominal bantuan RTLH tersebut sebesar Rp.10.000.000 yang tentunya dalam bentuk bahan bangunan. “Untuk bantuan RTLH terbagi dalam 29 rumah regular masuk pada bansos dan 24 rumah khusus lansia  masuk pada bidang rehabilitas,” tutup Limbanadi. 

(santo)
-

  • Yudha: Dimeriahkan Lomba Hingga Acara Puncak
CANTIK: Sepekan sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) Bolmong, daerah yang dipimpin Hi Salihi Mokodongan, sudah bersolek.


KABAR, Bolmong – Hari ini, Senin 23 Maret 2015, Kabupaten Bolaang Mongondow merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 61.

Sepekan sebelum HUT, Pemkab Bolaang Mongondow, melalui Panitia HUT ke 61, Ir Moh Yudha Rantung, mengubah wajah wilayah Kabupaten Bolmong menjadi segar.

Dari pantauan langsung KABAR, ada umbul-umbul, janur kuning di setiap wilayah perbatasan Bolmong. Masuk ke wilayah Desa/Kelurahan, juga begitu. Bahkan, warga ramai-ramai mengecat pagar. Lingkungan sekitar bersih. Pendeknya, kawasan Bolmong terlihat segar di usia ke 61.
Antusiasme warga memeriahkan HUT daerah induk Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini luar biasa.

Ali, warga Solimandungan, dengan rasa syukurnya berharap pada HUT Bolmong kali ini masyarakat Bolmong menjadi lebih baik dan sejahtera. Pelayanan pemerintah juga harus dimaksimalkan terhadap masyarakat serta pembangunan di berbagai bidang harus berkembang.
"Sebagai masyarakat kami hanya dapat berharap dan mendoakan Bolmong menjadi lebih maju dan bisa menjadi baik dari tahun sebelumnya," ungkap Ali.

Ketua Panitia HUT, Ir Yudha Rantung kepada Koran KABAR, mengatakan berbagai rangkaian kegiatan mulai dari penyambutan peringatan HUT ke 61 Kabupaten Bolmong hingga acara puncak pada Senin 23 Maret, telah dipersiapkan.
"Beberapa kegiatan di antaranya jalan sehat, senam zumba, lomba poco-poco, lomba kebersihan tingkat desa, kecamatan dan antar SKPD, hingga lomba seni dan olahraga futsal, hingga acara puncak akan dilaksanakan upacara bendera,"kata Rantung.

(santo)



- -
Siapa pemimpin (baca; Bupati) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dan Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mendatang, sudah tertulis di Lauhul Mahfudz.Para peminat Bupati di dua daerah ini, hanya boleh berikhtiar. Namun, ikhtisar politik, secerdas apapun, sering kali pula meleset. Tak ada yang bisa melebihi ketetapan Sang Pencipta. Yang tak disangka bisa jadi pemenang. Itulah yang lantas menyembulkan sebutan; Kuda Hitam.

Bak lirik lagu Melayu; Pak Ketipak Ketipung, Suara Gendang Bertalu-talu, Serentak hati bingung, Dalam hati siapa yang tahu (dstnya)… Langkah kuda hitam demikian adanya


KABAR, Utama – Merebut lebih baik daripada mempertahankan. Begitu pepatah dianggap usang. Tapi, dalam banyak peristiwa politik, itu masih dipegang teguh para pelakonnya. 

Tak heran, Petahana Bolsel, Hi Herson Mayulu (H2M) dan Incumben Boltim, Sehan Landjar, belakangan giat  bermuhibah ke komunitas pemilih.
Kantong-kantong suara itu, biasanya terwadahi, berbentuk paguyuban. Misal, Rukun Pogogutat Indonesia Bolaang Mongondow (RPIBM), Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG), dan banyak lagi, tumbuh subur di Bolsel-Boltim, bak jamur di musim hujan.  

Kandidat lain? Langkah mereka nyaris tak terdengar. Sebutlah Sam Sachrul Mamonto. Politisi muda Boltim lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Manado ini, gerakkannya seperti tersembunyi.

Alul, begitu lelaki necis ini disapa, geliat terkininya terkesan low. Pemerhati Pilkada, Harry Mokodompit, menilai aktifitas politik Sachrul Mamonto jelang Pilkada, mengendur. “Barangkali karena saya memantau lewat media massa saja. Mungkin pula dia (Sachrul, red) bermetamorfis atau mengubah bentuk bidak catur kemudian menjadi King,’’tanggap Harry, mahasiswa semester akhir Universitas Janabadra, Yogyakarta.

Namun, akademisi Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado, Mahmudin Kobandaha, menilai sejumlah bakal calon (balon) Bupati Bolsel-Boltim,  sedang pasang kuda-kuda.

“Misal, Abdul Razak Bunsal di Bolsel, diamnya bukan tanpa gerakkan. Semua sedang mengatur strategi dan membaca peluang,’’tuturnya.
Diketahui, Abdul Razak Bunsal (ARB), awalnya menunjukkan gesture tidak berminat maju di Pilkada Bolsel. Politisi Golkar ini, dalam beberapa kesempatan terlihat akur dengan Petahana H2M. Dalam sebuah acara, H2M bahkan menyuapi ARB tumpeng.

Sedangkan Sam Sachrul Mamonto (SSM), beberapa waktu lalu, sejumlah media massa menulis kesiapan dirinya maju ke Pilkada Boltim.  
"Saya siap maju di Pilbup 2015.Tentu pernyataan sikap ini sudah dikaji dengan sangat matang dan melalui berbagai pemikiran yang melibatkan banyak orang termasuk partai saya," kata Ketua DPC PAN Boltim ini.
Sachrul menyatakan aspirasi masyarakat yang mendesaknya untuk maju di Pilbup menjadi pertimbangan penting dalam menyatakan kesiapannya. Sebab selama ini dirinya tetap menahan diri dan tetap fokus pada posisinya sebagai wakil rakyat. "Tentu ini bukan semata keinginan saya, tapi keinginan masyarakat yang sejalan dengan keinginan partai. Sebab memang tahapan sudah sangat dekat, maka saya pun harus segera menyatakan sikap," terangnya.

Dia mengakui selama ini dirinya sengaja menahan diri karena ingin menjaga agar tak terjadi gesekkan di tengah masyarakat dan antar sesama calon.
Sehingga dia belum secara terbuka menyatakan kesiapannya.
Optimisme ke Pilkada Bolsel juga diutarakan ARB. “Pada prinsipnya khusus kader Golkar tentu siap, namun demikian saya masih menunggu mekanisme Partai Golkar,”singkat ARB.

Salah satu pengurus Partai Golkar, Rafik Mokodongan, menilai ARB layak diusung ke Pilkada.

“Komitmen pak Abdul Rajak Bunsal sudah teruji,sehingga kami, dari Partai Golkar siap berada di garda terdepan untuk memenangkan bersama-sama seluruh rakyat Bolsel, mulai dari pesisir hingga di ibukota Molibagu,’’katanya.

(timkabar)
- - - - - - - -
 
Add caption

Bupati petahana, bukan lagi momok bagi kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Adanya Datu Ponigad (baca; Pelaksana Tugas Bupati), membuat derajat Petahana dan kontestan lainnya, sama rata.Ini, lantaran UU Pilkada menitahkan; Petahana harus mundur dari jabatan Bupati, enam bulan sebelum pemungutan suara Pilkada.Ibarat kendaraan, Petahana pun Zero!. Nantinya, Gubernur menunjuk seorang Pelaksana Tugas Bupati dari kalangan birokrat, yang akan menjalankan roda pemerintahan daerah, sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Pilkada hingga terpilih Bupati devinitif.Kondisi ini membuat Pilkada makin kompetitif. Rakyat bebas memilih. PNS tak lagi dipaksa berpolitik praktis. Kecuali nekad; bak laron menabrak api.

 

 KABAR, Utama – Gong Pilkada Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), tak lama lagi ditabuh Komisioner KPUD setempat, sebagai penyelenggara.

Panji-panji kebesaran para kontestan dan barisan kuat ‘pasukan’ pendukungnya, segera pula tersaji meramaikan pesta rakyat lima tahunan itu.
Strategi politik anyar plus doktrin, yang dianggap ampuh mendulang suara konstituen, dirumus. So pasti, galibnya perhelatan politik, tensi pun akan meninggi. Namun, adu kuat para kontestan dan timnya, bisa jadi justeru pemantik huru-hara. Di poin ini, aparat pengaman tentu tak boleh bablas.
Menilik kekuatan konstestan Kepala Daerah (Kada), beberapa kalangan menilai Petahana masih dihitung utama. Pengamat Pilkada, Mahmudin Kobandaha SH, MH, misalnya, menuturkan, meski kondisi zero di tataran kekuasaan pemerintahan, namun modal dasar finansial, sosial dan politik, dari seorang Petahana, cukup mapan.
“Petahana sudah punya pundi. Lebih mudah melenggang, meski tidak sedang menyetir pemerintahan. Tapi kan politik banyak tikungannya. Juga, saat tidak sedang berkuasa di pemerintahan, ada banyak potensi kekuatan tergerus. Misal, PNS dan aparat pemerintah di Desa, sudah diluar kendali Petahana,’’tanggapnya.

Di banyak peristiwa politik, kontestan yang didukung penuh kekuatan rakyat, bisa menjerembabkan Petahana. Akademisi Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado itu mencontohkan Pilkada 2010 Bolsel, Pilkada 2013 Bolmut dan Pilwako 2013 Kotamobagu.

Dari tiga Pilkada ini, paling dramatis di Bolsel. Pada putaran kedua, Petahana Arudji Mongilong harus mengakui kelebihan adik iparnya, Herson Mayulu. Sedangkan di Bolmut, Petahana Hamdan Datunsolang, dilawan Wakil Bupati Depri Pontoh. Depri jadi kampiun dengan selisih suara signifikan. Akan halnya di Kotamobagu. Djelantik Mokodompit diungguli Wawali Tatong Bara yang menjadi rivalnya di Pilwako 2013.

Namun, menurut Mahmudin, politik tidak selamanya bulat. Banyak terjadi, kemenangan justeru dituai setelah jeda beberapa periode.
“Kontestan yang pernah mengalami kekalahan, secara mengesankan menjadi pemenang pada periode berikut, itu sudah terjadi di banyak tempat,’’paparnya.

Menurutnya, banyak faktor penyebab petahana tumbang. Dari banyak study, tumbangnya Petahana lantaran rakyat jenuh dan menginginkan perubahan. “Pragmatisme pemilih berubah jadi militansi ketika muncul figure yang ditindas. Biasanya, masyarakat pemilih akan menyatu pada figure tertindas,’’tambahnya.

So, tak heran figure-figur Calon Bupati (Cabup) di Boltim dan Bolsel, kini mulai bermunculan. Di Boltim, misalnya, sedang dielus-elus Drs Umar Mamonto, birokrat yang berkarir di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) RI. Wilayah kerja lulusan Fisip Unsrat angkatan 86 ini, di Balai Pengkajian Pengembangan Komunikasi dan Informatika, meliputi 4 provinsi yakni Papua Barat, Maluku Utara, Gorontalo dan Sulawesi Utara. Umar yang beristeri puteri dari Tutuyan berparas cantik, Dr Velma Buntuan MKes, menyatakan siap maju di Pilkada Boltim.  

Selain Drs Umar Mamonto, sejumlah birokrat, akademisi dan pengusaha asal Boltim yang berada diluar daerah, juga sedang membidik kursi bupati Boltim.
Bahkan, rival Sehan Landjar di Pilkada 2010, Sehan Mokoagow, juga mulai dijagokan warga. Banyak menilai, pada Pilkada lalu Sehan Mokoagow hanya membuat 1 kesalahan saja, yakni keliru memilih papan II.
Elektabilitas Mokoagow masih akan terdongkrak, karena emosi Pileg dan Pilkada kali ini dianggap agak beda. “Itu bisa diperbaiki di Pilkada 2015,’’kata Aziz, warga Boltim.

Akan halnya di Bolsel. Para petarung Pilkada 2010, seperti Arudji Mongilong, Ahmad Yani Suratinoyo (AYS), kabarnya mulai bergerilya. Secara gamblang, Arudji memang belum menyatakan sikap maju ke Pilkada. Namun AYS, jauh-jauh hari sudah memproklamirkan diri di media social (medsos), bakal menantang Petahana Herson Mayulu.    


Sementara, di tengah geliat para kandidat bakal calon bupati (balonbup) Bolsel mengais dukungan, beberapa warga Bolsel mengapungkan beberapa figure alternative. Diantaranya Aditya Anugrah Moha (ADM) dan Anugrah Beggy Gobel (ABG), digadang warga agar maju ke Pilkada. “Jika para senior masih malu-malu, maka kita coba junior,’’kata Muthalib, warga Bolsel. Nah lho!.

(timkabar)
- - - - - - - - - - -
Kepala Daerah (Kada) dan Wakilnya tidak akur, bukan rahasia lagi. Fakta berceceran. Bahkan, tidak sedikit dalam satu daerah terdapat ‘dua matahari’. Kada dan Wakilnya saling berhadap-hadapan. Hubungan yang tadinya mutual, berujung konflik. Itu baru sekelumit pasca terpilih.
Memang, merengkuh tahta, bukan perkara gampang. Syukur, DPR merevisi pasal Pilkada; mengembalikan Wakil sepaket dengan Kada untuk dipilih.
Hingganya, calon Kada bisa berbagi energy. Terutama, basis dukungan Wakil dalam memperbesar raupan suara.


KABAR, Utama – Pemaketan calon Kada dan Wakil di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), tinggal menunggu tahapan pilkada dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat.

Jika Pilkada Boltim digelar 04 Oktober 2015 dan Bolsel 16 Desember 2015, sesuai kesepakatan pemerintah dan DPR RI menyangkut jadawal penyelenggaraan Pilkada langsung dan serentak, ketika membahas Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota. Maka, diperkirakan pemaketan di Boltim dan Bolsel tinggal menghitung bilangan dua sampai tiga bulan kedepan.

“Bisa saja pemaketan Kada dan Wakil di Boltim disahkan April dan Bolsel Juni, melihat jadwal penyelenggaraan yang disepakati pemerintah dan DPR,’’kata pengamat Pilkada, Mahmudin Kobandaha, SH, MH.

Bagaimana geliat para peminat papan II (sebutan Wakil Kada, red), juga para calon Kada, jelang pemaketan. Dari Bolsel, petahana Hi Herson Mayulu (H2M), secara terbuka saat mengukuhkan ratusan pendukung menamakan diri Forward H2M, menyatakan  sudah menyiapkan calon Wakil, pendampingnya di Pilkada. “(calon Wakil) asli Bolsel,’’sebut Oku, sapaan Herson Mayulu.

Calon Kada lainnya di Bolsel, Ahmad Yani Suratinoyo (AYS), sejauh ini belum menyentil siapa calon Wakilnya. Menariknya lagi, sampai kini, baru H2M dan AYS yang berani menyatakan diri maju sebagai calon Kada. Padahal, Bolsel memiliki segudang kader yang layak memimpin daerah paling Selatan Bolaang Mongondow Raya (BMR) itu. Sebut saja, Aditya Didi Moha (ADM) dan Anugrah Beggy Gobel (ABG). Dua tokoh muda ini masing-masing punya nilai plus.
Akan halnya calon Wakil. Riston Mokoagow yang pada Pilkada 2010, mendampingi AYS, kini sudah memperkuat gerbong H2M. Riston, baru-baru dikukuhkan H2M sebagai personel Forum Bersama Tim (Forbest) H2M.

Menurut tokoh pemuda Posigadan, Rahwana Huko, Bolsel tidak kekurangan figure yang layak ke posisi Wakil Kada. Dia lantas menyebut Iskandar Kamaru. “Dari Posigadan masih ada Iskandar Kamaru. Juga Riston Mokoagow dan lainnya,’’kata Huko. Beberapa nama seperti Abdul Razak Bunsal dan Samsul Badu juga disebut-sebut warga Bolsel pantas mendampingi calon Kada.


Boltim setali tiga uang. Selain petahana, Salim Landjar, calon Kada lainnya masih timbul tenggelam. Belakangan ini, Sam Sachrul Mamonto dan Ahmad Alheid kembali diapungkan pendukungnya sebagai calon Kada.

Kendati mengapung di calon Kada, Ahmad Alheid ditapis warga Boltim layak ke papan II. “Mat (Ahmad Alheid, red), layaknya di posisi wakil bupati,’’kata Dahlia, warga Tombolikat.

Deretan calon wakil yang mengapung di Boltim adalah Medi Lensun, Uyun Pangalima, Rusdi Gumalangit, Argo Sumaiku, dan Sehan Mokoagow.

Dari survey KABAR, figure yang dianggap layak sebagai calon pengendara DB 2 (mobil dinas Wakil Bupati, red) di dua daerah ini, umumnya hanya dikenal dari aktifitas mereka, sebagai politisi, professional dan birokrat. Meski kader daerah setempat, rata-rata warga yang ditemui mengaku tidak kenal dekat.


“Cuma tahu deng lia pa dorang di Koran. Di hajatan masyarakat jarang dapa lia,’’kata Rustaman Paputungan, warga Boltim, senada dengan Hasyim Thalib, warga Bolsel. Nah lho.

(timkabar)
- - - - - - -
 Sehan Landjar
Pasca tersingkir dari daftar calon peserta Fit and Proper Tes (FPT) bakal calon Ketua DPC PDIP Boltim, Bupati Boltim, Sehan Landjar bukan menjauh dari publik, sebagaiman dikira segelintir orang. Seperti biasa, Eyang, sapaan akrabnya, tetap meluangkan waktu dengan santai menyambut tetamu. Tak kecuali KABAR yang mewawancarainya, Senin (23/02/2015) di Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur. Berikut petikannya;

  
KABAR: Apa kabar pak Bupati?

Eyang: Alhamdulillah, sehat, baik (ramah, sambil menebar    senyum khasnya)

KABAR: Ada penilaian publik, bahwa Eyang cenderung tidak tetap dalam menentukan partai sebagai tempat berkarir

Eyang: Publik siapa yang menilai?, soalnya kemana-mana warga meminta saya untuk gunakan KTP lewat jalur independen. Undang-Undang juga kan memungkinkan itu. Namun semua itu tergantung saya mau lewat apa? Kan lewat jalur independen juga belum pasti. Nanti  kita lihat saja  perkembanganya. Lagian itu kan haknya saya lewat jalur mana? tapi pada dasarnya untuk sementara ini, saya akan menyelesaikan tugas saya dulu, kan belum selesai periode pertama.

KABAR: Lebih baik mana, seorang kepala daerah berpartai atau independen?

Eyang: Keduanya baik, tinggal tergantung dari kepala daerah itu sendiri, mau berpartai atau independen


KABAR: Karir eyang di politik bermula di Partai Bintang Reformasi (PBR), melalui PBR terpilih menjadi anggota DPRD di Gorontalo. Dengan koalisi partai juga Eyang diusung ke pilkada Boltim dan dipilih rakyat menjadi Bupati Boltim. Artinya, partailah yang menjadi kendaraan Eyang menuju jabatan politik. Sekarang apa Eyang merasa terlambat menentukan partai sebagai kendaraan utama menuju pilkada berikutnya, atau Eyang punya pilihan lain selain menggunakan kendaraan partai?

Eyang : Tidak ada yang terlambat?, dan soal saya mau di partai politik mana, itu adalah hak saya. Tapi sejauh ini saya masih belum menentukan sikap mau gunakan partai mana. Tapi memang sudah ada partai yang menawarkan untuk digunakan sebagai kendaraan ke Pilbup, seperti Partai Hanura, PKB, Partai Demokrat, Partai Nasdem, PKS. Dan jujur sejauh ini sudah ribuan KTP rakyat yang mau di kasih, jika saya lewat jalur independen. Tapi saya masih belum nyatakan sikap


KABAR: Konsekuensinya Eyang tidak bersegera menentukan partai, berimbas pada dukungan politik anggaran di DPRD. apa ini sebuah ganjalan bagi pemerintahan Eyang sekarang ?

Eyang : Selama ini tidak ada yang mengganjal pemerintahan Bersemi. Semua baik-baik saja dan bahkan ada teman saya Bupati yang ada di Gorontalo, Hamim Pou seperti saya, tapi pemerintahannya sampai kini baik-baik saja. Jika DPRD mengganjal, berarti harus berurusan dengan rakyat, karena mereka adalah wakilnya rakyat dan saya ini menjalankan tugas karena rakyat, jadi aman-aman saja.
DPRD juga kan bukan raja, mereka juga selalu diawasi rakyat dan semua 20 anggota legislative Boltim mendukung program, jika ada yang dikoreksi itu biasa, karena itu tugas DPRD.


KABAR: Bagaimana dukungan Fraksi PDIP di DPRD pada pemerintahan Eyang, yang tak lain kadernya adalah wakil Bupati yang mendampingi Eyang ?

Eyang : Bukan hanya Fraksi PDIP di DPRD mendukung program pemerintah Bersemi, tapi semua fraksi di kantor DPRD mendukung program pemerintah

KABAR: Bagaimana hubungan, komunikasi Eyang dengan Wakil Bupati Medy Lensun ?

Eyang : Soal hubungan saya dengan adinda Medy Lensun baik-baik saja, tidak persoalan, komunikasi juga lancar tak ada kendala


KABAR: Jauh sebelum blusukan populer, Eyang bisa dikata kepala daerah pertama yang melakukan itu. Program apa yang sudah ditujukan kepada rakyat kecil sebagai aplikasi dari blusukan Eyang selama ini ?

Eyang : Soal blusukan itu memang sudah sifat saya sejak dulu, dan itu tidak dibuat-buat. Karena jika dibuat-buat akan kaku pastinya. Soal program kepada rakyat kecil, banyak  yang sudah saya lakukan seperti bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk warga yang tak ada rumah, dan yang ada rumah kemudian dibuat sehingga layak untuk ditempati, dan masih banyak lagi. Karena intinya rakyat ini banyak keinginan, dan itu harus direalisasikan oleh kepala daerah, karena sudah menjadi tanggung jawab kita sesuai yang tertera dalam visi misi Bersemi

KABAR: Sebagai Bupati, Eyang nyaris tidak menggunakan protokoler yang membatasi Eyang. Karena itu rakyat, siapa pun, dengan leluasa bisa menemui Eyang dimana saja. Barangkali itu yang kemudian membuat segelintir orang menjadi rewel ketika Eyang pada waktu tertentu tak bersua. Ataukah saking dekatnya dengan masyarakat, lalu aspirasi yang ditangkap Eyang ditafsir sebagai janji, apakah Eyang merasa seperti itu ?

Eyang : Kita ini dipilih oleh rakyat. Jadi jika ada rakyat yang datang mengeluh, itu hal biasa dan harus ditolong. Karena itulah intinya Demokrasi. Dan soal janji itu memang sudah seharusnya, karena warga banyak maunya dan harus dipenuhi semua, karena ada uang rakyat yakni APBD. Tinggal dilihat anggarannya, cukup tidak memasukkan permintaan rakyat selama lima tahun ini. Indonesia saja sudah 69 tahun merdeka dan sudah triliunan dana yang telah habis. Tapi belum semuanya terpenuhi keinginan rakyat, karena keinginan rakyat ini variatif. Contohnya, jika Anda tanya sama warga A yang mempunyai kepentingan dan terpenuhi keinginannya, pasti dia katakan puas. Namun jika Anda tanya sama warga B, pasti dia katakan belum, karena keinginan itu bervariasi tergantung orangnya

KABAR: Boltim sekarang sudah berubah jauh dibanding sebelum mekar dari Bolmong. Perubahan besar terjadi di kepemimpinan Eyang sekarang. Apa yang Eyang rasakan masih kurang, yang perlu dibangun atau dibenahi ?

Eyang: Kurangnya masih banyak, karena setiap hari pasti banyak kebutuhan masyarakat, tak akan pernah habis. Siapa pun kepala daerah yang akan menjabat di Boltim nanti. Seperti yang kalian lihat selama ini, sudah banyak yang saya buat dan itu demi rakyat Boltim. Nanti rakyat yang menilainya. Namun itu semua masih belum seberapa, karena masih banyak yang harus dikerjakan. Dan 95,8 persen program itu di visi misi Bersemi sudah berhasil. Bahkan saya mau, diakhir masa jabatan, saya akan jabarkan dimuka umum, dihadapan masyarakat, sudah sejauh mana progres kegiatan pemerintah.
Coba Anda lihat, di daerah mana dalam waktu empat tahun sudah 240 Kilometer  jalan perkebunan

KABAR: Apa keinginan Eyang pada rakyat Boltim ?

Eyang : Keinginan saya masih banyak, dan jika dipilih untuk kedua kali, saya akan buat Boltim seperti kota Manado. Namun itu tergantung dana, karena untuk merubah Boltim seperti Kota Manado dananya harus besar dan bertahap. Karena untuk merubah sesuatu bukan seperti yang dilakukan oleh jin dan jun? (terkekeh)

KABAR: Jika diberi amanat untuk memimpin pada periode kedua, apa yang dipikirkan Eyang demi kemajuan Boltim ?

Eyang :  Jika diminta, dibutuhkan rakyat Boltim saya siap. Bergantung 57 ribu pemilih rakyat pemegang hak kedaulatan.  Dan jika tidak dibutuhkan lagi, tidak masalah. Pekerjaan juga masih banyak. Bahkan jika ada tawaran kepada saya untuk memberikan kuliah umum, datang di rumah kopi jadi instruktur rakyat kecil ndak masalah.


(modrik)
- - - - - -
PEMILIHAN Bupati (Pilbup) di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), digelar serentak tahun ini.

Sebagai Petahana, Eyang—sapaan Sehan Landjar, Bupati Boltim, dan Oku—panggilan Herson Mayulu, Bupati Bolsel, diprediksi masih digdaya.
Logika terbalik, ketika menilik riwayat ‘perang’ Eyang dan Oku merebut tahta Boltim dan Bolsel di Pilbup lalu. Sulit dipercaya dua tokoh ini akan jadi kampiun.  
Hanya dengan modal sosial, Eyang dan Oku menjungkirbalikkan prediksi banyak pengamat yang meragukan keperkasaan mereka, kala itu. Eyang dengan akronim Bersemi dan Oku berjargon MaDu, akhirnya menduduki singgasana di daerahnya.

Lalu, akankah nalar pemilih tergiring pada kondisi Eyang dan Oku sebagai Petahana? Ataukah berbalik pada logika kala Eyang dan Oku belum apa-apa?

KABAR, Utama – Bukan hanya soal Eyang dan Oku sebagai Petahana. Melainkan ‘kendaraan’ politik yang akan menghantar mereka kembali ke tahta, menjadi perbincangan khalayak Boltim dan Bolsel, bahkan publik Bolaang Mongondow Raya (BMR), akhir-akhir ini.

Paling anyar pula, tentang ‘Datu Ponigad’ (baca; Plt Bupati) nanti dari kalangan birokrat, yang akan ditunjuk Gubernur, bukan muskil bakal menggerus kekuatan sementara Petahana tanpa mahkota, Eyang dan Oku, terutama dukungan di kalangan pemilih PNS.

Soal kendaraan politik, publik mahfum, bak jejaka, Sehan Landjar dalam posisi melamar. Mengingat Eyang bukan sebagai Ketua Partai. Sedangkan Herson Mayulu bak menyetir kendaraan pribadi, karena dirinya Ketua DPC PDIP Bolsel.
Namun, beredar kabar, Eyang kini sudah plong. Syarat 20 persen dukungan parpol, sebagaimana dititahkan UU Pilkada, bakal didonasi Hanura dan Nasdem. Kenapa Hanura?, karena isteri Sehan Landjar, Nursiwin Dunggio adalah Penasihat DPC Hanura Boltim. Sementara sokongan Nasdem, disebut-sebut berasal dari Pimpinan DPP yang merapat ke Eyang.

“Hanura dan Nasdem sudah mengikat komitmen mengusung Eyang, itu sudah direstui DPP masing-masing,’’kata sumber di Boltim, Senin (23/02/2015).
Kekuatan Eyang dan Oku, juga akan ditentukan pasangannya. Soal ini, tampaknya belum begitu digubris.

“Fokus Herson dan Sehan sekarang ini adalah menghitung kekuatan lawan,’’kata akademisi asal Bolmong di Manado, Mahmudin Kobandaha SH, MH.
Siapa saja mereka, sejauh ini belum muncul ke permukaan. “Jika menghitung jumlah fraksi di DPRD Bolsel, sedikitnya tiga pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) yang bakal bertarung. Begitu pula di Boltim,’’tambah Kobandaha.

Namun, secara personal, Bakal Cabup yang menggadang maju ke Pilkada Boltim dan Bolsel mulai bermunculan. Sebut saja, Ahmad Alheid, Abdul Razak Bunsal, Herry Mamonto, Ahmad Yani Suratinoyo (AYS).
Kendati menolak maju ke Pilbup, nama Sam Sachrul Mamonto, Ketua DPRD Boltim, terus meroket. Akan halnya Medi Lensun yang menyatakan siap berpasangan dengan siapa saja.


Menurut Harry Mokodompit, mahasiswa Universitas Janabadra Jogjakarta, pemunculan figur-figur ini bukan urusan ringan bagi Petahana. “Kalau ditarik ke belakang riwayat perjuangan dua Petahana yaitu Eyang dan Om Oku di Pilkada lalu, hampir semua orang pesimis mereka akan terpilih. Begitu juga dengan figure-figur yang akan maju di Pilkada 2015. Semua pasti bisa membaca kecenderungan masyarakat pemilih, termasuk para calon Bupati,’’tanggapnya.

(timkabar)  
- - - - - - -

Dukung Program Pemerintah Pusat


Taufiq Mokoginta
KABAR, Bolmong - Sebagai daerah lumbung beras di Sulawesi Utara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), 2015 ini menargetkan 300.575 kilogram Gabah Kering Giling (GKG) siap produksi.

Target ini naik dari 299.536 hasil produksi pada 2014 lalu. Begitu disampaikan Taufiq Mokoginta, Kepala Dinas Peratanian dan Peternakan (Dipertanak) Bolmong,  Minggu (22/02/15).  Menurutnya, dengan produksi tersebut, bisa dikata Bolaang Mongondow unggul, sebagai daerah tertinggi produksi beras se Sulut. “Sekitar 46 persen naik 65 persen kebutuhan beras di Sulut diambil dari Kabupaten Bolmong, sehingga kebutuhan sesuai estimasi bisa melebihi setengah,”ujar Mokoginta.

Untuk kebutuhan lokal Bolaang Mongondow, kata Taufiq, data pihaknya menunjukkan konsumsi per tahun sebanyak 60 ribu ton. “Produksi ini akan terus kami tingkatkan dengan pola pendampingan ke petani, agar bisa menggenjot produksi pertanian mereka,” terangnya.


Ditambahkannya, dengan produksi beras yang ditargetkan, Bolmong turut andil mensukseskan program pemerintah pusat dalam rangka swasembada pangan.


“Yang jelas, sebagai wilayah pertanian Bolmong akan ikut
berpartisipasi pada program pemerintah dalam hal swasembada pangan, sesuai apa yang diharapkan pemerintah pusat,” tutupnya.


(santo)
-
Jelang Konfercab PDIP Bolmong

KABAR, Bolmong – Sembari menanti hasil Fit and Proper Tes (FPT) atau uji kepatutan dan kelayakkan, sebagai syarat mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sejumlah kader PDI-P Bolaang Mongondow (Bolmong), yakni Yanny Ronny Tuuk, Tony Tumbelaka, Frangky Tindange dan Herman Kembuan, mulai menatap persiapan Konferensi Cabang (Konfercab) sebagai arena pertarungan memperebutkan kursi Ketua DPC PDI-P Bolmong.

Menurut salah satu kandidat, Franky Tindage, hasil FPT kini telah dikirim ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP. “Saat ini, kita menunggu pengumuman hasil FPT itu,” katanya. Lanjutnya, untuk pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab), saat ini DPC PDIP Bolmong, sedang menungu petunjuk dari Dewan Pengurus Pusat (DPP). “Kami masih menungu arahan pusat, dan kemungkinan bulan depan sudah dilaksanakan Konfercab, setelah DPP mengumumkan nama-nama yang lulus FPT,”ujar Wakil Ketua DPC PDIP Bolmong.


Ditambahkanya, sebagaimana panduan berdasarkan Surat Keputusan (Skep) DPP PDIP, menyebut bahwa pemilihan Ketua DPC dilakukan secara musyawarah mufakat.


“Skep memerintahkan bahwa dalam Konfercab nanti, Ketua DPC dipilih berdasarkan musyawarah dan mufakat,” ungkapnya.
Menariknya, ketika disingung mengenai figur incumbent  Yanni Ronny Tuuk, Tindage mengatakan, Wakil Bupati Bolmong itu, merupakan figur yang memiliki komitmen kuat membesarkan partai.


“Sejumlah prestasi telah telah diraih PDIP Bolmong, dibawah kepemimpinannya, PDIP mampu mendudukkan kader terbaik sebagai Wabup Bolmong. Selain itu, Yanny Tuuk juga mampu membawa PDIP memenangkan
ajang pemilihan legislatif (Pileg) Bolmong 2014, dengan memboyong 8 kursi di DPRD,” terang Tindage.


Sementara itu, Yanny Ronny Tuuk STh MM, ketika dimintai tanggapan mengatakan, dirinya selaku kader partai yang mengantarkan Jokowi sebagai Presiden RI ke tujuh ini, siap dipilih. “Jika dipercayakan
lagi, saya siap mengemban amanah dengan penuh tanggungjawabm,” kata Tuuk.


Namun, dirinya masih akan meminta saran kepada para pengurus DPC PDIP Bolmong. “Dalam Konfercab nanti, saya akan meminta saran dan masukan dari pengurus, jika ada hal yang belum maksimal selama saya memimpin
PDIP Bolmong, tantangan bagi DPC PDIP Bolmong, kedepannya akan makin berat. Ada sejumlah agenda atau momentum politik yang akan dihadapi seperti Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara (Sulut) 2015 dan
pemilihan kepala daerah (Pilkada) Bolmong 2017, dan itu target besar yang akan kita hadapi. Untuk itu, konsolidasi pengurus, kader dan simpatisan PDIP wajib kita kalukan guna mencapai target-target tersebut,” tukas mantan anggota DPRD Bolmong dua periode ini.


(santo)
Hi Salihi Mokodongan (HSM)
KABAR, Bolmong - Guna meminimalisir gangguan keamanan Desa, maka Pos Kamling harus diaktifkan kembali dan memfungsikan Perlindungan Masyarakat
(Linmas) di setiap desa se Bolaang Mongondow.


Demikian dikatakan Bupati Bolmong Hi Salihi Mokodongan (HSM).
Menurutnya, tindakan kriminal yang sering terjadi di setiap Desa, mengharuskan semua warga menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungannya dengan memaksimalkan pos kamling.

“Pos keamanan di tiap desa sebaiknya diaktifkan lagi. Karena itu salah satu langkah dalam meminimalisir tindak kriminalitas di desa. Hansip difungsikan kembali dalam penjagaan di pos keamanan,” kata HSM.


Ia pun, mengajak warga agar selalu peduli serta senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan dan Desa serta melakukan langkah-langkah tersebut, demi mensukseskan pembangunan di
wilayah Bolmong. “Kunci sukses pembangunan daerah juga tak lepas dari peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban,”ujar papa Da’a, sapaan akrab Salihi Mokodongan.

Ditambahkannya, manfaat menjaga kamtibmas juga dapat mempererat hubungan silaturahmi antar sesama warga. “Suasana kebersamaan dan kekeluargaan senantiasa terjaga dan terawat dengan baik jika kamtibmas
dapat dijaga bersama,” katanya.


(santo)
-
Hi Salihi Mokodongan (HSM)
KABAR, Bolmong – Pembangunan Infrastruktur bersumber dari APBD 2015, prosesnya akan dipantau langsung Bupati Bolmong,Hi Salihi Mokodongan (HSM), layaknya tahun-tahun sebelumnya.

Begitu dikatakan Kepala Bagian Humas Pemkab Bolmong, Jemmy Sako SH, ketika dihubungi KABAR, Minggu (22/02/2015).

Mantan Camat Modayag ini menyebut, sejumlah proyek yang ditinjau Bupati HSM, yakni ruas jalan menuju Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) serta beberapa


lokasi proyek jalan yang ada. “Lokasi yang direncanakan akan dipantau oBupati, meliputi pekerjaan proyek lanjutan tahun 2014 yang kini dianggarkan kembali pada APBD 2015,” kata Sako.


Ditambahkanya, sejumlah proyek tersebut masih menunggu proses lelang dari Dinas PU selaku instansi terkait. Peninjauan terhadap proyek tersebut akan dilakukan setelah proses lelang sudah dilakukan, agar
penyesuaian sesuai anggaran yang tertata pada APBD 2015.



“Bupati hanya melakukan peninjauan biasa, untuk proses teknis akan dilakukan oleh instansi yang menangani persoalan itu, yakni Dinas
PU,”tutupnya.


(santo)
-